Kamis, 03 Januari 2013

Makalah Agama Semester 1



TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Peranan Iman dalam Menghadapi Dampak Globalisasi


NAMA : DIMAS YURIZANDI
NIM : K5412026
PENDIDIKAN GEOGRAFI
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012


KATA PENGANTAR



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak ditujukan untuk Allah Tuhan semesta  alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”PERANAN IMAN DALAM MENGHADAPI DAMPAK GLOBALISASI”.

Penulis menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karna itu Penulis mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan makalah ini kedepannya.



Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Surakarta, Oktober 2012


Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Fenomena pokok yang menjadi perhatian kehidupan modern saat ini di antaranya adalah globalisasi. Pada era globalisasi ini, tak satu pun negara yang dapat terbebaskan secara mutlak dari dampak globalisasi dalam pergolakan internasional.
            Di zaman sekarang ini, tak sedikit dari umat Islam yang lemah iman, karena telah salah kaprah dalam menyikapi isu globalisasi. Mereka seakan-akan kedatangan tamu istimewa, tamu pujaan hati yang telah lama diagung-agungkan. Sehingga dalam bayangan mereka, globalisasi adalah segala-galanya dan merupakan puncak dari modernisasi. 
Sasaran yang dikumandangkan globalisasi adalah menghilangkan jarak dan batas, serta perbedaan antara umat manusia yang berbeda-berbeda agar didomonasi kapitalisme yang tanpa batas, dikuasai informasi tanpa pengawasan. Dengan globalisasi semua keyakinan, pendapat dan pemikiran berbaur dan melebur sehingga yang tersisa hanyalah pemikiran materialisme Barat.


B.     FENOMENA-FENOMENA YANG NAMPAK DALAM PROSES GLOBALISASA
Seiring dengan perkembangan jaman sangat banyak ditemukan feomena-fenomena yang terjadi akibat dari pengaruh proses globalisasi yang dapat di tandai oleh beberapa hal, di antaranya:
a.  Arus etnis yang ditandai dengan mobilitas manusia yang tinggi dalam bentuk imigran, turis, pengungsi, tenaga kerja, dan pendatang yang telah melewati batas territorial negara.
b. Arus teknologi yang ditandai dengan mobilitas teknologi, munculnya multinational corporation dan transnational corporation yang kegiatannya dapat menembus batas-batas negara.
c.  Arus keuangan yang ditandai dengan makin tingginya mobilitas modal, investasi, pembelian melalui internet, serta penyimpanan uang di bank asing.
d.  Arus media yang ditandai dengan makin kuatnya mobilitas informasi, baik melalui media cetak maupun elektronik. Berbagai peristiwa di belahan dunia seakan berada di hadapan
kita karena cepatnya informasi.
e.  Arus ide yang ditandai dengan makin derasnya nilai baru yang masuk ke suatu negara. Dalam arus ide muncul isu yang telah menjadi bagian dari masyarakat intemasional. Isu ini merupakan isu intemasional yang tidak hanya berlaku di suatu wilayah nasional negara.

C.     FENOMENA-FENOMENA YANG MENYEBABKAN MASALAH

Akhir-akhir  ini banyak sekali berbagai penyimpangan moral yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Contohnya seperti tawuran antar pelajar, perkelahian antar genk, perilaku seks bebas, narkoba , dan  gaya hidup tidak beraturan. Di kalangan pejabat, korupsi masih merupakan persoalan yang sangat mengerikan di Indonesia. Masyarakat secara umum pada akhirnya kehilangan rujukan keteladanan, sehingga krisis moral semakin meluas.
Di kalangan generasi muda, mucul fenomena genk. Hampir semua SMA di kota-kota besar memiliki genk. Alasan mendirikan genk tersebut pada intinya untuk membentuk solidaritas antar anggota genk yang digunakan untuk menghantam ataupun tawuran dengan sekolah lain.
Di sisi lain, gaya hidup masyarakat di Indonesia sangat memperhatikan. Hal ini disebabkan oleh pola pikir masyarakat kota besar yang menghendaki kehidupan yang sebebas-bebasnya sehingga budaya-budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan kita mudah masuk dan berkembang dengan cepat  Norma-norma kesusilaan dan kesopanan sudah tidak menjadi tolok ukur kepribadian masing-masing.
Selain itu, dampak negatif yang langsung berkaitan dengan generasi muda yang sangat berbahaya, yaitu narkoba dan seks bebas. Narkoba mudah masuk pada generasi muda karena generasi muda sekarang susah diatur dan berjiwa labil. Mereka cenderung dibuat-buat dengan alasan mengikuti tren yang ada. Bahayanya justru tren yang mereka ikuti itu merupakan tren yang banyak mengarah pada pemakaian narkoba. Penyebabnya, mereka seolah-olah memiliki banyak masalah dan akhirnya lari pada narkoba, yang sebetulnya mereka sendiri yang secara sadar maupun tidak sadar menciptakan masalah itu sendiri.




BAB II
RUMUSAN MASALAH
Sejauh manakah peranan Iman dalam menghadapi pengaruh dari Globalisasi?


BAB III
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN GLOBALISASI
Globalisasi berasal dari kata global, dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia berarti secara keseluruhan. Juga berarti suatu proses yang dapat mencakup keseluruhan dalam berbagai bidang kehidupan sehingga akan tampak lagi adanya batas-batas yang mengikat secara nyata. Dalam keadaan global, apa saja dapat masuk sehingga sangat sulit untuk disaring atau dikontrol. Terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, makna globalisasi berdimensi luas dan kompleks, yaitu bagaimana suatu negara yang memiliki batas-batas territorial dan kedaulatan tidak berdaya untuk menepis masuknya informasi, komunikasi, dan transportasi yang dilakukan oleh masyarakat di luar perbatasan.  
Globalisasi dalam arti literal ialah sebuah perubahan sosial, berupa bertambahnya keterkaitan di antara masyarakat dan elemen-elemennya yang terjadi akibat transkulturasi dan perkembangan teknologi di bidang transportasi dan komunikasi yang memfasilitasi pertukaran budaya dan ekonomi internasional.
Para Ahli memiliki pendapat mengenai pengertian dari Globalisasi, diantaranya:  
Kenneth N. Waltz : berpendapat bahwa kita memandang globalisasi saling ketergantungan, dan itu saling ketergantungan [yang] pula terkait dengan perdamaian dan kedamaian semakin terbangun dengan adanya demokrasi. ” SDM, perusahaan, pasar menjadi bagian terpenting, bahkan lebih penting; Sehingga jelas bahwa pengertian globalisasi dari Waltz pun berkaitan dengan ekonomi, ‘karena baginya ekonomi yang mendorong negara untuk membuat keputusan. Ketika dunia menjadi lebih saling bergantung satu sama lain, keputusan dibuat secara keseluruhan kolektif di bidang ekonomi, bukan secara independen dari pihak politik negara.
Menurut Afdjani (2007 bahwa: Globalisasi pada hakikatnya ternyata telah membawa nuansa budaya dan nilai yang mempengaruhi selera dan gaya hidup masyarakat. Melalui media yang kian terbuka dan kian terjangkau, masyarakat menerima berbagai informasi tenteng peradaban baru yang datang dari seluruh penjuru dunia. Padahal, kita menyadari belum semua warga degara mampu menilai sampai dimana kita sebagai bangsa berada. Begitulah, misalnya banjir informasi dan budaya baru yang dibawa media tak jarang teramat asing dari sikap hidup dan norma yang berlaku. Terutama masalah pornografi dimana sekarang wanita–wanita Indonesia sangat terpengaruh oleh trend mode dari Amerika dan Eropa yang dalam berbusana cenderung minim,yang kemudian ditiru habis-habisan.


B.     DAMPAK POSITIF GLOBALISASI
Dalam perjalananya, globalisasi memiliki dampak positif yang dapat di rasakan oleh manusia, diantaranya:
1.       Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
2.       Mudah melakukan komunikasi
3.       Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi)
4.       Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
5.       Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
6.       Mudah memenuhi kebutuhan

C.     DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI
Globalisasi selain menghadirkan dampak ‘positif’ untuk hidup mudah, nyaman, murah, indah, maju, juga mendatangkan dampak ‘negatif’ yaitu menimbulkan keresahan, penderitaan dan penyesatan. Bagi masyarakat, Globalisasi merupakan sebuah fenomena yang banyak menimbulkan dampak negatif yang di bawa oleh negara-negara Barat dengan tujuan agar masyarakat mengikuti cara hidup di negara mereka. Efek-efek negatif tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1.  Pemiskinan nilai spiritual. Tindakan sosial yang mempunyai nilai materi (tidak produktif) dianggap sebagai tindakan yang rasional.
2.  Jatuhnya manusia dari makhluk spiritual menjadi makhluk material.
3.  Peran agama digeser menjadi urusan akhirat sedang urusan dunia menjadi wewenang sains (sekularistik).
4.  Tuhan hanya hadir dalam pikiran, lisan, tetapi tidak hadir dalam perilaku dan tindakan.
5.  Gabungan ikatan primordial dengan sistem politik melahirkan nepotisme, birokratisme, dan otoriterisme.
6.  Individualistic.
7. Terjadinya frustasi eksistensial seperti hasrat yang berlebihan untuk berkuasa merasa hidupnya tidak bermakna.
8. Terjadinya ketegangan-ketegangan informasi di kota dan di desa, kaya dan miskin, konsumerif.


D.    PERANAN IMAN DALAM MENGHADAPI PENGARUH GLOBALISASI

Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata. Hal tersebut tercermin dalam salah satu hadist Nabi Muhammad SAW, yang artinya: “Iman bukanlah dengan angan-angan tetapi apa yang telah mantap didalam hatimu dan dibuktikan kebenarannya dengan amal”.

Dalam rangka untuk menguatkan umat Islam dalam menghadapi arus Globalisasi, maka perlu dipahami dan dihayati ajaran Allah Swt. Dalam kitabullah Al Qur’an sebagai pedoman hidup manusia ini, antara lain :
1.       Umat Islam harus memperkuat Iman dan juga harus memiliki Ilmu Pengetahuan yang luas (Q.S. Al Mujadalah: 11), sehingga Ilmu dan Teknologi yang tumbuh dan berkembang dilandasi oleh Iman yang kokoh, akan barokah dan manfaat bagi kehidupan peradaban manusia.
2.       Umat dapat mengamalkan konsep hidup manusia dalam (Q.S. Al Qoshos: 77), yaitu
a.       Mempunyai orientasi hidup yang jelas bahagia di akhirat, dengan mengupayakan berbuat baik dan bahagia sejahtera di dunianya.
b.      Bebuat kebaikan pada sesama manusia dengan amal sholehnya.
c.       Tidak membuat kerusakan di bumi.
3.      Memperkokoh Rumah Tangga Sakinah dengan landasan Cinta-Kasih-Sayang, membangun masyarakat yang Marhammah-Qoryatan Toyyibah ( tentram-damai ), berlandaskan Ta’awun atau gotong-royong. Kesemuanya itu saling menjaga, agar jangan sampai dirinya, keluarganya, dan masyarakatnya, terperosok dalam neraka (Q.S. At Tahrim: 6 ).
4.       Memperkokoh Istiqomah Umat Islam pada pengetahuan-pemahaman-serta mengamalan ajaran Islam, sehingga benar-benar Muttaqin (bertaqwa) dan sampai akhir hayat tetap dalam keadaan muslimin ( Q.S. Ali Imron: 102 ).

Dengan demikian itu, Umat Islam akan tegar berani menghadapi arus Globalisasi, dan bahkan dapat tampil dengan mahir menggguna Ilmu-Pengetahuan & Teknologi sebagai sarana dan prasarana perjuangan dakwah-Amar makruf nahi mungkar, sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan kehidupan umat manusia di seluruh dunia.
Allah berfirman dalam Q.S Al Mu’minun ayat 1-9 yang berbunyi:
1.      Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman
2.     (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya
 
3.      Dan orang-orang yang menjauhkandiar dari (perkataan dan perbuatan) yang tiada berguna
4.      Dan orang-orang yang menunaikan zakat
5.      Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya
6.      Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela



7.      Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas
8.      Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya
9.      Dan orang-orang yang menjaga sembahyangnya


Pada ayat 1-9 Allah menjelaskan karakteristik orang yang beriman, yaitu :
  1. Khusyuk dalam sholat, yang dimaksud khusyuk dalam sholat : Mengerti bacaan - bacaan sholat, Memusatkan perhatian pada waktu sholat hanya kepada Allah serta mengikhlaskan ketaatan, Ikhsan dalam sholat (beribadah hanya kepada Allah seolah - olah engkau melihatNya, maka sesungguhnya Ia melihat engkau), tenang dan konsentrasi.
  2. Menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna. Dari Abu Hurairah R.a, sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (H.R. Bukhari-Muslim). Telah bersabda Rasulullah SAW : "Sebagian kebaikan keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya."
  3. Menunaikan Zakat. Zakat memiliki banyak manfaat bagi orang mukmin, antara lain, membersihkan diri dari sifat kikir dan cinta yang berlebihan pada dunia dan mensucikan hati sehingga tumbuh sifat - sifat kebaikan dalam hati (Q.S. 9:103).
  4. Menjaga kemaluan dari perbuatan keji zina (Q.S. 17:32). Imam Ahmad berkata : "saya tidak dapat mengetahui setelah pembunuhan ada dosa besar daripada perzinaan".
  5. Menahan pandangan dan memelihara kemaluannya (Q.S. 24:30-31).
  6. Memelihara amanat dan menepati janji (Q.S. 70:32-35). "tanda orang munafik ada tiga, yaitu apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya berkhianat". (H.R. Syaikhani dari Abu Hurairah r.a). Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang - orang munafik.
  7. Memelihara sholat (Q.S 4:103, 2:43, 22:41). Sholat adalah pembeda antara muslim dan musyrik kafir, Rasulullah SAW bersabda : "beda antara muslim dan musyrik atau kafir adalah meninggalkan sholat"(H.R. Muslim).
Di dalam menghadapi pengaruh globalisasi, peran Iman sangat penting, di antaranya Iman sebagai Filter informasi secara obyektif dan  cerdas, sebagai Pertahanan dan adaptasi arus budaya global yangg dianggap kurang sesuai dengan budaya lokal, Iman sebagai Alat untuk memilih dan menggunakan tenologi bagi kepentingan kebaikan publik di masa  sekarang dan masa yang akan datang, Iman digunakan sebagai filter dan pegangan dalam bersosialisasi, Iman sebagai Alat untuk memilih sistem implementasi perkonomian yang akan dijalani bagi kehidupan, dan Iman digunakan sebagai filter dalam menjalankan fungsi dan aturan politik yang akan digunakan, dan kesemuanya itu di dasarkan dan di sesuaikan pada ajaran Islam.



BAB IV
PENUTUP
A.    KESMPULAN
Globalisasi merupakan suatu gejala wajar yang pasti akan dialami oleh setiap bangsa di dunia, baik pada masyarakat yang maju, masyarakat berkembang, masyarakat transisi, maupun masyarakat yang masih rendah taraf hidupnya.
Dalam era global, suatu  masyarakat/negara tidak mungkin dapat menghindari proses globalisasi. Jika suatu masyarakat/negara menghindari globalisasi, mereka dapat dipastikan akan terlindas oleh jaman serta terpuruk pada era keterbelakangan dan kebodohan.
Meskipun kita tidak dapat menghindari proses globalisasi, tetapi kita masih dapat memilih mana yang memberikan dampak positif, dan mana yang memberikan dampak negatif. Sehingga kita tidak terjebak dalam era globalisasi.
Selain tiu, iman juga dapat membantu kita dalam menhedapi dampak negati dari globalisasi. Dengan semakin kita memperkuat iman kita kepada Allah SWT, insha Allah kita tidak akan terjebak di dalam dampak negatif globalisasi.

B.     SARAN
Kita harus lebih berhati-hati dalam meniru ataupun menerima kebudayaan barat yang masuk dan kita harus memperkuat Iman kita kepada Allah SWT agar kita selalu berada di dalam lindungannya.


DAFAR PUSTAKA

http://islamsyiah.wordpress.com/2007/06/17/globalisasi-dan-dunia-islam/
http://mohsyakroni.blogspot.com/2012/05/normal-0-false-false-false-in-x-none-x_31.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi
http://blogbintang.com/pengertian-globalisasi-menurut-para-ahli
http://halil4.wordpress.com/2010/04/02/pengaruh-globalisasi-bagi-umat-islam/
http://islamagamaku.wordpress.com/2009/07/25/pengertian-iman/
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080417012027AA9mCE0
http://www.theonlyquran.com/quran/Al-Muminun/Indonesian_Bahasa_Indonesia/?ayat=1
http://ekanurdiyanto.blogspot.com/2011/03/karakteristik-orang-beriman-tadabbur-qs.html
http://www.referensimakalah.com/2012/07/pengertian-iman-menurut-bahasa-dan.html
http://www.google.co.id/tanya/thread?tid=19d67980eba843fb
http://adabydarban.blogspot.com/2009/09/umat-islam-dalam-era-globalisasi.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar